Senin, 21 Januari 2013

surat dinas



BAB I
PENDAHULUAN
       A.    Latar Belakang
            Menulis surat merupakan kegiatan yang sering dilakukan seseorang untuk mengungkapkan sesuatu dalam bentuk tulisan. Menulis surat juga telah ada sejak dahulu. Sebelum adanya alat komunikasi elektronik, surat dijadikan alat komunikasi untuk menginformasikan segala sesuatu kepada orang yang dimaksud.
            Namun setelah berkembangnya alat komunikasi elektronik, menulis surat menjadi kegiatan langka dalam kegiatan sehari-hari. Dengan adanya alat komunikasi elektronik seseorang menyampaikan informasi melalui alat komunikasi elektronik tersebut.  
            Surat merupakan bentuk tulisan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan seseorang. Surat merupakan bentuk percakapan tertulis. Oleh karena itu, melalui
surat orang bisa saling berdialog dan berkomunikasi. Melalui surat, isi atau
percakapan atau pesan yang dimaksud dapat sampai kepada alamat yang dituju
sesuai dengan sumber aslinya. Hal ini berbeda dengan komunikasi yang terjadi
secara lisan. Penyampaian pesan sebagaimana yang dimaksud ini sangat penting untuk urusan bisnis.
            Meskipun teknologi sudah berkembang pesat dan berbagai alat komunikasi canggih telah diciptakan, kedudukan surat sebagai sarana komunikasi belum sepenuhnya tergantikan. Apalagi dalam urusan kedinasan yang bersifat resmi, surat menyurat masih sangat diperlukan. Selain sarana komunikasi, surat juga berfungsi sebagai dokumen, bukti, maupun arsip yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan.
            Surat dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya ada surat dinas, surat pribadi dan surat resmi. Surat dinas merupakan surat yang dikirimkan oleh instansi/lembaga/organisasi/badan/institusi (terutama pemerintahan) kepada seseorang/instansi lain. Surat dinas berisi berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan administrasi pemerintahan.
            Surat dinas, yakni surat yang digunakan dalam fungsi-fungsi kedinasan, baik dinas pemerintahan maupun swasta. Surat ini umumnya bersifat resmi.

       B.     Rumusan Masalah
            Bertitik tolak dari artikel tentang surat dinas yang kami dapatkan, terdapat beberapa macam masalah. Maka untuk mempermudah pembahasan dalam makalah ini, kami telah membaginya dalam beberapa partanyaan sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan  surat dinas?
2.      Unsur-unsur apa saja yang terdapat pada surat dinas?
3.      Bagaimana bentuk-bentuk surat dinas?
4.      Sebutkan jenis-jenis surat dinas?
           
         C.     Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk:
1.      Memenuhi tugas mata kuliah keterampilan menulis.
2.      Mengetahui pengertian surat dinas.
3.      Mengetahui jenis-jenis surat dinas.
4.      Mengetahui bentuk-bentuk surat dinas.
5.      Mengetahui unsur-unsur surat dinas.
 .    










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian surat dinas
             Surat dinas adalah surat yang dikirimkan oleh instansi, lembaga, organisasi, badan, atau institusi (terutama pemerintahan) kepada seseorang/instansi lain. Surat dinas berisi berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan administrasi pemerintahan.
            Surat dinas digunakan dalam fungsi-fungsi kedinasan, baik dinas pemerintahan maupun swasta. Surat ini umumnya bersifat resmi. Isinya antara lain berupa pemberian tugas, pemberitahuan, permohonan, perintah, peringatan, panggilan, perjanjian, dan laporan.
B.     Unsur-unsur surat dinas
Unsur-unsur surat dinas meliputi:
1.       Kepala Surat 
      Kepala surat biasanya diketik di sebelah kiri atas atau di tengah-tengah. Dalam penulisan kepala surat, diperlukan: nama kantor/jawatan/perusahaan/ organisasi, alamat, nomor telepon, nomor kotak  pos, faksimile, alamat kawat, atau e-mail (jika ada). 
2.       Nama Tempat dan Tanggal
       Nama tempat menunjukkan tempat surat tersebut ditulis. Nama tempat ini tidak ditulis jika blangko surat yang digunakan adalah blangko surat resmi yang memuat kepala surat. 
3.      Nomor surat
       Surat resmi selalu diberi nomor urut surat yang dikirimkan (surat keluar), 
kode, dan tahun. Misalnya No: 200/Diklat -1/2004.
       Nomor surat diketik segaris dengan tanggal, bulan, dan tahun. Guna nomor surat adalah untuk memudahkan mengatur penyimpanan, memudahkan mencari kembali,  mengetahui berapa banyaknya surat yang keluar,  mempercepat penyelesaian surat –menyurat, dan memudahkan petugas kearsipan. 
Nomor dan tanggal surat menunjukkan kapan surat itu dikirimkan, bukan kapan surat itu diketik. 
4.       Lampiran 
       Lampiran menunjukkan sesuatu yang disertakan bersama dengan surat itu, misalnya surat keputusan, surat keterangan kesehatan dari dokter. Penulisan jumlah lampiran hendaknya ditulis dengan huruf jika bilangan hanya satu atau dua kata, akan tetapi, jika bilangan lebih dari dua kata, gunakan angka Misalnya: Lamp.: empat lembar, bukan 4 (empat) lembar atau 25 lembar .
5.      Hal/Perihal 
       Hal/perihal menunjukkan isi atau inti surat secara singkat. Oleh karena itu pembaca surat dapat mengetahui masalah apa yang dituliskan dalam surat itu. Misalnya: jadwal diklat. Jika tidak ada yang dilampirkan, kata “Lampiran” tidak perlu dituliskan. 
Contoh: 
1. No. : 74/RPB-1/2004 
Sifat : Penting 
Lamp. : Satu berkas 
Hal : Undangan rapat penerimaan calon pegawai 
       Perhatikan bahwa penulisan nomor, hal, dan lampiran, serta sifat tidak diakhiri dengan tanda baca apa pun. 
6.      Alamat surat 
       Ada dua macam alamat surat, yaitu alamat dalam (pada helai surat) dan alamat luar (pada sampul surat). Alamat ini ditulis dengan tanpa diakhiri tanda baca apa pun. 
Alamat dalam berturut -turut menyebutkan  nama orang/jabatan, nama jalakan dan nomor rumah/gedung,  nama kota. 
Contoh: 
Yth. Bapak, Yanto Intan Rosyidi, S.E. Direktur PT Pillar Sejahtera 
Jalan Kencana 25
Surabaya  





7.      Salam pembuka 
       Salam pembuka merupakan tanda hormat pengirim surat sebelum ia “berbicara” secara tertulis. Dalam surat resmi salam pembuka yang biasa digunakan ialah “Dengan hormat,”. Penulisannya diakhiri dengan tanda koma dan ditulis dengan tidak disingkat. 
8.       Isi surat (tubuh) 
       Isi surat pada umumnya terdiri atas tiga hal , yaitu pembukaan, isi yang sesungguhnya dan penutup. Pembukaan berguna untuk mengantar dan menarik perhatian pembaca terhadap pokok surat. Isi surat yang sesungguhnya berisi sesuatu yang diberi tahukan atau yang disampaikan kepada penerima surat. Penutup surat merupakan simpulan yang berfungsi sebagai kunci isi surat. Pada umumnya, penutup berisi ucapan terima kasih terhadap semua hal yang dikemukakan dalam isi surat atau harapan penulis surat.
9.       Salam penutup 
       Salam penutup terdiri atas nama jabatan, tanda tangan, nama terang,  nomor kepegawaian. Salam penutup diketik berjarak dua baris dari kalimat penutup. 
Dalam surat resmi yang tidak formal (bukan antarinstansi pemerintah) dapat dipakai salam penutup, Misalnya: “Salam kami,” dan “Hormat kami,”.
10.  Tembusan 
       Tembusan dibuat jika isi surat yang dikirimkan kepada pihak yang dituju (asli) perlu diketahui oleh pihak-pihak lain yang berhubungan dengan surat itu. 
       Tembusan ditulis di sebelah kiri bawah, lurus ke atas dengan nomor, hal, dan lampiran, sebaris dengan NIP atau nomor yang lain. Tembusan ditulis urut sesuai dengan tingkat jabatan instansi yang bersangkutan. Pada tembusan tidak perlu ditulis ungkapan Yth., atau kata sapaan seperti Sdr., Bapak, atau Ibu. Pada tembusan yang terakhir juga tidak perlu ditulis kata Arsip atau Pertinggal sebab setiap kita mengetik sebuah surat untuk dikirimkan pasti dengan sendirinya ditinggalkan selembar sebagai arsip.        





C.     Bentuk-bentuk surat dinas
Bentuk surat dinas yang biasa digunakan ialah
1.       bentuk lurus penuh (full block)
2.       bentuk lurus (block )
3.       bentuk setengah lurus (semi block)
4.       Indonesia lama
5.       Indonesia baru.
D.    Jenis-jenis surat dinas
Jenis-jenis surat dinas antara lain:
1.      Surat undangan                 
      Adalah surat yang berisi ajakan atau permintaan agar si terkirim turut serta pada kegiatan yang diadakan oleh pihak pengirim. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat undangan: bahasa yang digunakan harus sopan, maksud undangan jelas (termasuk tempat, tanggal, dan bentuk acara), dan identitas pengundang dinyatakan secara jelas.
2.      Surat permohonan
       Merupakan permintaan kepada sesuatu hal. Yang diminta dapat berupa kebijakan. Misalnya izin penyelenggaraan suatu kegiatan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat permohonan adalah kejelasan alasan dan permohonan tersebut, bahasanya sopan, dan isinya tidak merendahkan diri.
3.      Surat perjanjian
       Adalah surat yang digunakan untuk mengadakan kesepakatan antara dua pihak berkaitan dalam satu urusan. Surat perjanjian biasanya ditulis dengan berupa pasal-pasal. Isinya mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak.
       Dilihat dari tujuan dan isinya, surat perjanjian terdiri atas: surat perjanjian jual beli, syarat perjanjian sewa menyewa, surat perjanjian sewa beli, surat perjanjian peminjaman, surat perjanjian pemborongan, surat perjanjian kerja, dll.


       Cara menyusun syarat perjanjian, antara lain: menuliskan judul perjanjian, mencantumkan nama, pekerjaan, alamat pihak-pihak yang mengadakan perjanjian, mencantumkan isi perjanjian, hak dan kewajiban, dan ketentuan-ketentuan lainnya yang disepakati dan dituangkan dalam pasal-pasal, ditandatangani oleh kedua belah pihakatas materai dan disertai saksi-saksi.
4.      Memo atau memorandum
       Adalah surat singkat yang biasanya dibuat oleh atasan untuk bawahan dalam sebuah organisasi. Umumnya memo selalu tersedia dalam bentuk blangko. Kepala memo (nama instansi, alamat, telepon, ket. lain), dan lain-lain sudah tercetak. Pembuat memo tinggal mengisi sesuai keperluan.
5.      Surat kuasa
       Adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang atau kekuasaan kepada seseorang untuk bertindak atas nama pihak yang memberi kuasa. Ada bermacam-macam surat kuasa, tergantung isi dan maksudnya antara lain: surat kuasa untuk keperluan pribadi, untuk keperluan bisnis, oranisasi/instansi, dan untuk berbagai acara di pengadilan.
6.      Surat lamaran pekerjaan
       Merupakan surat permohonan untuk memperoleh suatu pekerjaan atau jabatan. Surat ini dibuat berdasarkan iklan atau atas inisiatif sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan, antara lain: menggunakan salah satu bentuk surat resmi yang benar dan konsisten, menggunakan bahasa yang baik dan benar, tidak ada kesalahan ejaan dan tanda baca, memilih bahasa yang bermakna lugas, tidak berbelit-belit, dan langsung pada pokok masalah, ditulis tangan sendiri, tinta hitam, dan dan dalam satu halaman tidak bolak-balik, jika akan dikirim melalui pos hendaknya dikirim dengan sampul sesuai dan disertai dengan prangko secukupnya, apabila menginginkan ada surat menyurat hendaknya disertai dengan prangko dan sampul balasan secukupnya, memenuhi etika penulisan surat resmi, ditulis dengan huruf tegak bersambung, jelas terbaca, dan bersih (tidak ada coretan atau bekas penghapusan tulisan yang salah).
7.      Nota dinas
       Merupakan surat yang berisikan catatan-catatan singkat yang berhubungan dengan urusan kedinasan. Biasanya ditulis oleh suatu subkerja kedinasan untuk disampaikan pada atasannya. Isinya bisa berupa pemberitahuan atau laporan.

8.      Surat perizinan
       Adalah surat digunakan untuk memberi izin kepada seseorang. penerbitan surat pemberian izin biasanya didahului oleh suatu permintaan atau permohonan.
9.      Surat edaran
       Berisi informasi yang harus diketahui oleh banyak pihakdalam stuktur kelembagaan. Surat edaran biasanya dikeluarkan oleh instansi yang strukturnya lebih tinggi dari pada penerima surat.



 BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
       Surat dinas adalah surat yang dikirimkan oleh instansi, lembaga, organisasi, badan, atau institusi (terutama pemerintahan) kepada seseorang/instansi lain. Surat dinas berisi berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan administrasi pemerintahan.
       Unsur-unsur surat dinas: kepala surat, nama tempat dan tanggal, nomor surat, lampiran, hal/perihal, alamat surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, dan tembusan.
       Bentuk-bentuk surat dinas:  bentuk lurus penuh (full block), bentuk lurus (block ), bentuk setengah lurus (semi block), Indonesia lama dan Indonesia baru.
       Jenis-jenis surat dinas: surat undangan, surat permohonan, surat perjanjian, memo, surat kuasa, surat lamaran pekerjaan, nota dinas, surat perizinan, dan surat edaran.














Daftar pustaka

Nurdi, Ade, Yati maryani, & Mumu. 2001. Intisari bahasa dan sastra Indonesia untuk
kelas 1,2,3 SMA. Pustaka setia.: Bandung.

Setiadi, dkk. 2009. Pista: bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas XI gasal. CV-Setia Aji: Sukoharjo.

Setiadi, dkk. 2010. Pista: modul bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas XII A. CV-                 Setia-Aji: Sukoharjo

http://budicrue.multiply.com/journal/item/154?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem (19-april-2012)

http://www.crayonpedia.org/mw/Menulis_Surat_Dinas_Berdasarkan_Isi,_Bahasa,_dan_Format_yang_Baku_12.1 (19- april-2012)

http://basindomd.blogspot.com/2010/03/surat-dinas.html (28-april-2012)

http://www.google.com/ 












hubungan keterampilan berbicara dengan keterampilan menyimak



  1. Pengertian berbicara
          Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa konsep dasar berbicara harus dipahami oleh pengajar sebelum mengajarkan berbicara kepada siswanya. Terdapat lima konsep, yakni: penyimak, pembicaraan, media, sarana, dan pembicara (Iskandarwassid, 2008).
           B.     Aspek Konsep Dasar Berbicara
a.          Penyimak
                        Keberhasilan berbicara, dapat dilihat dilihat pertama kali pada penyimak atau pendengar. Cara yang digunakan adalah dengan menganalisis situasi dan kebutuhan pingkat pendidikan, endendengar. Dengan cara ini akan menghindarkan dari kesalahan-kesalahan dalam berbicara.
Ada beberapa bidang analisis, yakni:
                  1.      Harapan dan tujuan dari orang yang berbicara
                  2.      Harapan dan keinginan/kebutuhan pendengar
             3.   Organisasi pada umumnya dan tempat berbicara (maksudnya ketepatan dalam memulai dan      menutup pembicaraan).

b.      Pembicaraan
            Sebelum pembicaraan berlangsung, maka pembicara seharusnya mempersiapkan apa yang akan dibicarakan (Tarigan, 1981:25). Diantaranya:
1.      Menentukan materi/topic
Materi atau pembicaraan yang dimaksud adalah menarik, bermanfaat, dan aktual.
2.      Menguasai materi
Penguasaan materi dapat ditempuh dengan cara mempelajari, memahami, dan berusaha menguasi materi materi pembicaraan. Yaitu dengan menelaah berbagai sumber acuan yang berkaitan dengan topik pembicaraan.


3.      Memahami khalayak
Pembicaraan disesuaikan dengan jumlah, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, minat/ kebiasaan, agama/kepercayaan yang dianut.
4.      Memahami situasi
              Mengetahui situasi pada saat pembicaraan berlangsung (lokasi, ruangan, waktu, sarana penunjang, dan suasana pembicaraan).
5.      Merumuskan tujuan yang jelas
Pembicaraan harus mempunyai tujuan yang jelas. Apakah bertujuan menghibur, menginformasikan, menstimuli, meyakinkan, atau menggerakkan.
c.       Media dan Sarana
               Pembicaraan dapat disampaikan dengan lebih menarik jika didukung dengan memberikan ilustrasi yang tepat, dan menggunakan alat bantu yang tepat. Misalnya menggunakan kaset, computer, gambar, dsb.
d.      Pembicara
               Pembicara adalah unsur  penting yang menentukan efektifitas retorik (Hendrikus, 2003:144).
1.      Memiliki pengetahuan yang luas
2.      Kepercayaan diri yang cukup
3.      Berpenampilan yang sesuai 
4.      Memiliki artikulasi yang jelas
5.      Jujur, ikhlas, kreatif dan bersemangat
6.      Tenggang rasa dan sopan santun
               C.     Tujuan Pembelajaran Keterampilan Berbicara
                        Pada tingkat pemula, tujuan pembelajaran keterampilan berbicara mellliputi: melafalkan bunyi-bunyi bahasa, menyampaikan informasi, menyatakan setuju atau tidak setuju, menjelaskan identitas diri, menceritakan kembali hasil simakan/bacaan, menyatakan ungkapan rasa hormat, dan bermain peran.
                        Untuk tingkat menengah, tujuan pembelajaran keterampilan berbicara dapat dirumuskan: menyampaikan informasi, berpartisipasi dalam percakapan, menjelaskan identitas diri, menceritakan kembali hasil simakan atau bacaan, melakuakan wawancara, bermain peran, menyampaikan gagasan dalam diskusi atau pidato
                        Tingkat paling tinggi, dapat dirumuskan bahwa: menyampaikan informasi, berpartisipasi dalam percakapan, menjelaskan identitas diri, menceritakan kembali hasil simakan atau hasil bacaan, berpartisipasi dalam wawancara, bermain peran, dan menyampaikan gagasan.
           D.     Strategi  Pembelajaran Keterampilan Berbicara
        Strategi kompetensi disebut juga dengan strategi komunikasi atau communication strategies (Thornburry, 2006: 29).

Ada beberapa hal yang yang harus diperhatikan dalam strategi komunikasi yakni:
               1.      Menggunakan kata-kata yang banyak/tidak langsung (tidak to the point)    
               2.      Pembentukan kata baru (pilihan kata yang baru)     
               3.      Mengubah kata-kata baru agar lebih dikenal (penyerapan kata asing), contoh: karpet.
              4.      Menggunakan kata yang saling berhubungan atau kata-kata alternatif (Menyederhanakan kata-kata yang masih khusus). Contoh: meja kerja
              5.      Menggunakan kata-kata yang umum atau sudah dikenal.
            6.      Menggunakan ekspresi atau alih kode, contoh:menggunakan bahasa jawa karma pada orang yang lebih tua.
            7.      Menggunakan gerak tubuh atau mimik untuk meyakinkan maksud yang kita inginkan.
               Terdapat beberapa aktivitas yang mempermudah seorang siswa untuk belajar keterampilan berbicara, seperti mengubah topik, merespon atau menolak atau dapat dikenal dengan Awareness-Raising Activities. untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni:
1.      Attention (memperhatikan)
2.      Noticing ( mengenali)
3.      Understanding (memahami)
                        Strategi pembelajaran berbicara merujuk pada prinsip stimulus- respons, yakni memberi dan menerima informasi. Rancangan program pengajaran untuk mengembangkan keterampilan berbicara antara lain:
                  a.       Aktivitas mengembangkan keterampilan bicara secara umum
                b.      Aktivitas mengembangkan bicara secara khusus untuk membentuk model diksi da ucapan, dan mengurangi penggunaan bahas nonstandard
                  c.       Aktivitas mengatasi masalah yang meminta perhatian khusus:

1.      Peserta didik menggunakan bahasa ibunya sangat dominan
2.      peserta didik yang mengalami problema kejiwaan, pemalu dan tertutup
3.      Peserta didik yang menderita hambatan jasmani yang berhubungan dengan alat-alat bicaranya.
     `           Program pengajaran keterampilan berbicara harus mampu memberikan kesempatan kepada setiap individu mempunyai tujuan yang dicita-citakan. Tujuannya, meliputi:
               1.      Kemudahan berbicara
               2.      Kejelasan
               3.      Bertanggung jawab
               4.      Membentuk pendengaran yang kritik
               5.      Membentuk kebiasaan
                 Pemilihan strategi atau gabungan metode dan teknik pembelajaran terutama didasarkan pada tujuan dan materi yang telah ditetapkan pada satuan-satuan kegiatan belajar. Dalam hal tersebut keterlibatan intelektual peserta didik dapat dilatihkan dalam kegiatan antara lain: bermain peran, berbagai bentuk diskusi, wawancara, bercerita, pidato, laporan lisan, membaca nyaring, merekam bicara, bermaian drama. 
              E.      Teknik-teknik Pembelajaran Keterampilan Berbicara
1.      Berbicara terpimpin
a.       Frase dan kalimat
b.      Satuan paragraf
c.       Dialog
d.      Pembacaan puisi
2.      Berbicara semi terpimpin
a.       Reproduksi cerita
b.      Cerita berantai
c.       Menyusun kalimat dalam pembicaraan
d.      Melaporkan isi bacaan secara lisan





3.      Berbicara bebas
a.       Diskusi
b.      Drama
c.       Wawancara
d.      Berpidato
e.       Bermain peran
Berdasarkan tingkatatan berbicara, teknik pembelajaran untuk tingkat pemula dapat digunakan:
Ulang ucap, lihat ucap, permainan kartu kata, wawancara, permainan memori, reka cerita gambar, biografi, manajemen kelas, bermain peran, permainan telepon, dan permainan alfabet.
             a.       Tingkat menengah
                        Dramatisasi, elaborasi, reka derita gambar, biografi, permainan memori, wawancara, permainan kartu kata, diskusi, permainan telepon, percakapan satu pihak, pidato pendek, parafrase, melanjutkan cerita, permainan alfabet.
             b.      Tingkat yang paling tinggi
            Dramatisasi, elaborasi, reka cerita gambar, biografi, permainan memori, diskusi, wawancara, pidato, melanjutkan cerita, talk show, parafrase, dan debat.










a.       Pengertian menyimak
                   Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengar lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan pang pembicara melalui bahasa lisan.
                   Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan. (Djago Tarigan; 1991: 4).
b.      Tujuan menyimak
                   Tujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Dengan demikian tujuan menyimak dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.       memperoleh fakta atau mendapatkan fakta
b.      Untuk menganalisis fakta
c.       Untuk mengevaluasi fakta
d.      Untuk mendapatkan inspirasi
e.       Untuk mendapatkan hiburan atau menghibur diri
c.       Jenis-Jenis Menyimak
Pengklarifikasian menyimak berdasarkan:
a.        Sumber suara
b.       Cara penyimak bahan yang disimak
c.        Tujuan menyimak
d.      Taraf aktivitas penyimak

       Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1.      Intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi
2.      Interpersonal listening atau penyimak antar pribadi
Berdasarkan pada cara penyimakan bahan yang disimak, dapat diklarifikasikan sebagai berikut:
a.       Menyimak ekstensif (extensive listening)
Menyimak ekstensif ialah kegiatan menyimak tidak memerlukan perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak hanya memahami seluruh secara garis besarnya saja.
Menyimak ekstensif meliputi
a.        Menyimak sosial
b.       Menyimak sekunder
c.        Menyimak estetik
3.      Menyimak Intensif
             Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam. Menyimak intensif meliputi:
a.        Menyimak kritis
b.       Menyimak introgatif
c.        Menyimak penyelidikan Menyimak kreatif
d.       Menyimak konsentratif
e.       Menyimak selektif
                        Tujuan menyimak berdasarkan Tidyman & butterfield membedakan menyimak menjadi:
a.       Menyimak sederhana
b.      Menyimak diskriminatif
c.       Menyimak santai
d.      Menyimak informative
e.       Menyimak literatur
f.       Menyimak kritis

Berdasarkan pada titik pandang aktivitas penyimak dapat diklarifikasikan:
a.       Kegiatan menyimak bertarap rendah
b.       Kegiatan menyimak bertaraf tinggi
                        Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyimak
1.      Unsur Pembicara
Pembicara haruslah menguasai materi, penuh percaya diri, berbicara sistematis dan kontak dengan penyimak juga harus bergaya menarik / bervariasi
2.       Unsur Materi
Unsur yang diberikan haruslah actual, bermanfaat, sistematis dan seimbang
3.       Unsur Penyimak / Siswa
a. Kondisi siswa dalam keadaan baik
b. Siswa harus berkonsentrasi
c. Adanya minat siswa dalam menyimak
d. Penyimak harus berpengalaman luas
4. Unsur Situasi
a. Waktu penyimakan
b. Saran unsur pendukung
c. Suasana lingkungan
Ciri-Ciri Penyimak Ideal
Menurut Djago Tarigan mengidentifikasi ciri-ciri menyimak ideal sebagai berikut:
       1.      Berkonsentrasi
       Artinya penyimak harus betul-betul memusatkan perhatian kepada materi yang disimak
       2.       Penyimak harus bermotivasi
      Artinya mempunyai tujuan tertentu sehingga untuk menyimak kuat
       3.       Penyimak harus menyimak secara menyeluruh
      Artinya penyimak harus menyimak materi secara utuh dan padu
       4.       Penyimak harus menghargai pembicara
       5.      Penyimak yang baik harus selektif, artinya harus memilih bagian-bagian yang inti
       6.      Penyimak harus sungguh-sungguh
       7.       Penyimak tidak mudah terganggu
       8.      Penyimak harus cepat menyesuaikan diri
       9.      Penyimak harus kenal arah pembicaraan
       10.   Penyimak harus kontak dengan pembicara
       11.  Kontak dengan pembicara
       12.   Merangkum
       13.  Menilai
       14.  Merespon
Kegiatan Menyimak
   1.      Proses menyimak komprehensif
Adapun komponen yang termasuk dalam proses menyimak:
a.        Rangsang bunyi
Weafer 91972) memasukan kata-kata, bunyi isyarat dan bunyi-bunyi lainnya sebagai tipe-tipe simbol bunyi yang dapat diterima dan dapat dimaknai oleh penyimak
b.      Penerimaan alat peraga
c.       Perhatian dan penyelesaian
d.      Pemberian makna
        2.      Fungsi comprehensive listening
Fungsinya berkonsentrasi pada pesan-pesan yang disampaikan selanjutnya kaitan antara satu pesan dengan lainnya agar sampai pemahaman yang dikehendaki.






Hubungan antara berbicara dengan menyimak
            Berbicara dan menyimak merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung, merupakan komunikasi tatap muka atau face to face communication.
            Hal-hal yang dapat memperlihatkan eratnya hubungan antara berbicara dengan menyimak antara lain:
  1. Ujaran (speech) biasanya dipelajari melalui menyimak dan meniru. Oleh karena itu maka contoh atau model yang disimak atau direkam oleh sang anak sangat penting dalam penguasaan kecakapan berbicara.
  2. Kata-kata yang akan dipakai serta dipelajari oleh sang anak biasanya ditentukan oleh perangsang yang mereka temui misalnya kehidupan kota/desa dan kata-kata yang paling banyak memberi bantuan atau pelayanan dalam menyampaikan ide-ide atau gagasan mereka.
  3. Ujaran sang anak mencerminkan pemakaian bahasa di rumah dan dalam masyarakat tempatnya hidup, misalnya ucapan, intonasi, kosa kata, penggunaan kata-kata, pola-pola kalimat.
  4. Anak yang lebih muda lebih dapat memahami kalimat-kalimat yang jauh lebih panjang dan rumit tinimbang kalimat-kalimat yang diucapkannya.


  5. Meningkatkan keterampilan menyimak berarti membantu meningkatkan kualitas berbicara seseorang.
  6. Bunyi atau suara merupakan suatu faktor penting dalam meningkatkan cara pemakaian kata-kata sang anak. Oleh karena itu sang anak akan tertolong kalau mereka menyimak ujaran-ujaran yang baik dari para guru, rekaman-rekaman yang bermutu, cerita-cerita yang bernilai tinggi, dan lain-lain.
  7. Berbicara dengan bantuan alat-alat peraga akan menghasilkan penangkapan informasi yang lebih baik pada pihak penyimak. Umumnya sang anak mempergunakan atau menirukan bahasa yang didengarnya.